Second Conditional: If + Past, Would + Verb 1
Second conditional dipakai untuk membayangkan situasi yang tidak nyata atau kecil kemungkinannya, seperti “kalau aku jadi presiden” atau “kalau aku punya banyak uang”.
Rumus
Penjelasan
- Walaupun memakai bentuk lampau, second conditional berbicara tentang sekarang atau masa depan: If I had a car = (sekarang aku tidak punya mobil).
- Untuk to be, pakai were untuk semua subjek dalam bahasa formal: If she were here… Bentuk was umum dalam percakapan santai, tetapi were lebih aman untuk ujian.
- If I were you, I would… adalah pola yang sangat umum untuk memberi saran.
- First vs second: If I win the lottery, I'll… (aku yakin mungkin menang) vs. If I won the lottery, I'd… (hanya membayangkan).
- would sering disingkat 'd: I'd travel the world.
Contoh kalimat
Ketuk ikon suara, dengarkan, lalu ucapkan ulang dengan intonasi yang sama (teknik shadowing).
Kesalahan yang sering terjadi
Tips dari Kapi: Pertanyaan What would you do if…? sering muncul di IELTS Speaking Part 3. Latih jawaban 3–4 kalimat dengan alasan.
Kuis Bab 5: Second conditional
Pertanyaan seputar bab ini
Apakah If I was salah?
Dalam percakapan sehari-hari, banyak penutur asli memakai If I was. Namun untuk tulisan formal dan ujian, If I were adalah pilihan yang aman.
Bagaimana memilih first atau second conditional?
Tergantung seberapa realistis menurutmu. Kalau mungkin terjadi, first conditional. Kalau hanya membayangkan atau mustahil, second conditional.
Belajar bareng teman se-cohort
Ada yang bikin bingung? Tanyakan di Main Lounge Bureau of Cohort. Di sana kamu bisa tanya jawab, latihan ngobrol, dan berbagi progres belajar.