Indirect Questions: Bertanya dengan Lebih Sopan
Pertanyaan tidak langsung (indirect question) terdengar lebih sopan. Kuncinya, setelah frasa pembuka, susunan katanya kembali seperti kalimat biasa.
Rumus
Penjelasan
- Langsung: Where is the station? → Tidak langsung: Could you tell me where the station is? (is pindah ke belakang subjek).
- Kata bantu do/does/did hilang: What time does the bank open? → Do you know what time the bank opens?
- Pertanyaan yes/no memakai if atau whether: Is there a toilet here? → Do you know if there is a toilet here?
- Pembuka sopan lain: Can you tell me…, I'd like to know…, Would you mind telling me…, I was wondering if…
- Tanda tanya hanya dipakai jika pembukanya berupa pertanyaan (Could you tell me…?). Jika pembukanya pernyataan (I'd like to know…), pakai titik.
Tabel ringkas
| Pertanyaan langsung | Pertanyaan tidak langsung |
|---|---|
| Where is the bank? | Could you tell me where the bank is? |
| What time does it close? | Do you know what time it closes? |
| Did she pass? | Do you know if she passed? |
| How much is the fee? | I'd like to know how much the fee is. |
Contoh kalimat
Ketuk ikon suara, dengarkan, lalu ucapkan ulang dengan intonasi yang sama (teknik shadowing).
Kesalahan yang sering terjadi
Tips dari Kapi: Email ke kampus luar negeri hampir selalu memakai pola ini: I would be grateful if you could let me know whether…
Kuis Bab 12: Indirect questions
Pertanyaan seputar bab ini
Kapan sebaiknya memakai indirect question?
Saat berbicara dengan orang asing, petugas, dosen, atau atasan, dan dalam email formal. Dengan teman dekat, pertanyaan langsung sudah cukup.
Apakah indirect question sama dengan reported question?
Strukturnya mirip (susunan kalimat biasa, tanpa do/does), tetapi indirect question tidak mengubah tense karena kamu sedang bertanya sekarang, bukan melaporkan pertanyaan orang lain.
Belajar bareng teman se-cohort
Ada yang bikin bingung? Tanyakan di Main Lounge Bureau of Cohort. Di sana kamu bisa tanya jawab, latihan ngobrol, dan berbagi progres belajar.